Label

Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Desember 2017

Bali Safari Marine Park, Wisata Edukasi Berskala Internasional.

Biasanya ketika berlibur, para orang tua membawa anak-anaknya untuk berwisata. Dan untuk mengenalkan ragam binatang, kebanyakan merapat ke kebun binatang atau taman safari. Namun kebanyakan hanyalah menampilkan hewan-hewan di kandang yang tak jarang adalah kandang terutup yang notabene seperti penjara. Untuk para orangtua yang ingin berwisata edukasi, bisa banget loh coba mengunjungi Bali Safari Marine Park.

Di Bali Safari Marine Park, kita akan diajak tur berkeliling di berbagai kawasan "tematik" dengan menggunakan bus berkaca lebar yang tentunya sangat aman. Kita akan dibawa berkeliling ke area hewan-hewan Indonesia, Asia dan juga Afrika. Para Hewan dikelompokan berdasarkan wilayahnya dengan kandang terbuka yang dibuat sedemikian rupa mirip dengan kondisi di alam. Sehingga, kita akan merasa memang sedang di alam bebas. Pengalaman yang berbeda sekali dengan hanya sekedar berkeliling melihat hewan-hewan di kandang.
Rebutan naik bus.

Kondisi jalan yang dilalui bukanlah medan mulus beraspal, melainkan memang tanah dengan berbagai kontur, bahkan kita akan dibawa melewati area perairan. Sungguh pengalaman unik yang tak terlupakan. Para hewan dibiarkan "liar". Mereka hidup berbaur. Namun tenang saja, predator dan mangsanya tetap di pisahkan oleh gerbang-gerbang yang hanya bisa terbuka apabila sensor mendeteksi pergerakan bus. Jadi walaupun para hewan mendekati gerbang, gerbang akan tetap tertutup rapat.


Cukup banyak koleksi hewan yang saya lihat disana. Mulai dari rusa, singa, harimau, banteng sampai gajah dan jerapahpun ada.

Yang unik dari taman safari ini, selain kita diajak berkeliling melihat para hewan dan ikan-ikan, ada pula tontonan edukatif berupa pertunjukan teatrikal hewan-hewan. Mulai dari "Animal Show", "Tiger Show", "Elephant Show", sampai "Bali Agung Show".

Jangan lupa jadwalnya, agar wisatanya maksimal.
Saat di wahana Fresh Water Aquarium, kalau teman-teman beruntung bisa banget lihat gimana hebohnya para ikan piranha yang saling berebut makanan. Catat baik-baik ya, jadwalnya tiap hari jam 10:00. Pastikan udah ada di spot sebelum jadwal agar bisa langsung melihat jelas karena pasti banyak banget orang dan berdesakan.

Animal Show ini mempertontonkan beragam hewan yang sudah dilatih. Mulai dari kucing domestik alias kucing kampung (iya! Yang suka keliaran itu..), tikus, marmut, ular, burung rangkong, orang utan, ular, dll. Mereka muncul layaknya peragawati yang berlenggok di atas catwalk. Tampil satu-persatu dengan keunikannya masing-masing. MC memberikan berbagai penjelasan dengan tutur kata yang menarik untuk tetap didengar. MCnya manis pula, kalau nggak salah namanya Mbak Eta. Hihi.. Saran aja, ambil spot kursi yang agak ke tengah, jangan terlalu depan soalnya di depan pasti ikutan padat dan akhirnya kalau duduk di kursi depan malah tidak terlihat apa-apa.

Beres dari Animal Show, langsung wajib lari untuk mengamankan kursi di Tiger Show. Tiger Show ini pertunjukannya selain mengenalkan beragam keunikan harimau, juga dipadu dengan adat budaya bali. Bagaimana masyarakat harus melindungi harimau yang dianggap sebagai kendaraan Dewi Durga.

Dari Tiger Show lanjut ke Elephant Show. Seperti namanya, tokoh utama Elephant Show tentu para gajah. Di teater ini kita akan disuguhkan cerita tentang pembantaian Gajah yang dilakukan oleh manusia. Mau tahu seperti apa? Tonton langsung ke lokasi dooong..

Di sekitaran lokasi teater terdapat pula museum dan tempat proses dibuatnya kertas dari kotoran gajah. Tempatnya bernama Elephant Poo Paper. Saya pikir awalnya bakal berseliweran aroma2 ajaib, ternyata tidak sama-sekali loh. Disana ada yang jaga, jadi kalau mau tanya-tanya langsung gas saja.





Selain pertunjukan teatrikal, anak-anak juga bisa bermain ke wahana bermain dengan berbagai permainan dan ada juga kolam dengan berbagai seluncuran bagi yang ingin bermain air.

Daaaaaaaaaaan, ini dia yang spesial banget. Penampilan dari Bali Agung yang berlokasi di teater Bali Agung. Ini rancu banget ya bahasanya?? Bali Agung Show ini bercerita tentang Dewi Danu dan kisah asal mula Gunung Batur. Bisa dibilang ini penampilan keren berstandar internasional. Mulai dari talent, kostum, musik, properti, semuanya top! Jangan lupa titip kamera & telepon genggam ke loker yang disediakan ya.. Tenang, nanti bisa dibawa kembali seusai pertunjukan kok..

Bali Safari & Marine Park ini lokasinya di Gianyar, Bali.
Buat kalian yang bingung mau stay dimana, bisa banget nginep disana sekalian ngasih makan hewan-hewan yang ada disana. Gimana? Seru kan??


Nah itu dia sedikit cerita yang bisa saya bagikan.
Jadi kalau ke Bali jangan hanya ke pantai, coba deh menjelajah lokasi lain termasuk ini.
Untuk info lebih lanjut klik disini.
Info tiket masuk Bali Safari & Marine Park, harga dan paket bisa klik disini.


Notes: I wanna say THANKYOU for my dear big bro Dedi Chaerudin & Uwa Mien for this experience.

Kamis, 02 November 2017

China Town Bandung



Kemarin malam tuh rasanya jenuh banget, ingin cari suasana baru. Lalu saya teringat salahsatu tempat wisata baru di Bandung. Ini dia Pecinan Bandung, alias China Town Bandung. Disini nuansanya kental dengan suasana tempo dulu, jaman old gitu (biar ngomongnya kekinian). Tempatnya mudah dicari, tapi tempat parkirnya kayanya kalau pas ramai susah deh itu. Apalagi untuk wisatawan yang bawa mobil. Mereka belum menyediakan spot khusus untuk parkir. Jadi kemarin parkir di pinggir jalan saja.


Di gerbangnya aja kita akan disuguhi pemandangan berupa lampion dan mural yang ciamik. Banyak spot yang bagus untuk yang suka foto-foto. Selain tempat dengan dekorasi menarik, disana terdapat banyak barang-barang antik. Ahhh, saya rasanya balik ke masa kecil dimana barang-barang itu ada di rumah, terlihat di warung-warung.. Ada juga para penjual merchandise, baju, sewa kostum tradisional, tempat pijat & refleksi, dan tentunya makanan.

maafkan untuk kualitas gambar yang kurang bagus ini yak. :'(

Begitu masuk, disebelah kiri ada sebuah ruangan kecil. Ruangan ini adalah museum mini. Terdapat barang-barang antik dan juga tulisan sejarah yang terpampang besar di dinding. Sejarah awal mula bangsa Tionghoa bisa sampai Indonesia dan akhirnya menetap hingga sekarang ini. Ada juga daftar penjelasan makanan populer khas sana yang jadi jajanan favorit semacam bakpao, yamien, dll. Tidak lupa piagam peresmian lokasi oleh Bapak Walikota tercinta.

view museum

Banyak sekali penjual makanan disana, Saya sendiri saja bingung mau pilih yang mana. Mulai dari roti, eskrim, nasi-nasian, minuman, lokalan seperti lotek, ayam betutu, sampai tentu saja makanan khas negeri tirai bambu. Dan berhubung lagi disini, saya ingin cicip makanan khas Chinanya dong ya.. Biar berasa lebih greget gitu.. Akhirnya setelah pilih-pilih, saya memesan mie wonton, dan adik saya pesan semacam ricebowl gitu dengan isian ayam saus jeruk. Tapi begitu mau bayar eh si Aanya nolak. Bukan karena si Aa sombong, tapi disana ndak bisa transaksi pake uang cash. Bisanya pake debit BCA/mastercard/kartu flazz (bisa pakai kartu debit lain tapi mungkin kena charge tambahan ya..). Dan ada konter khusus yang jual kartu flazz ini bagi yang belum punya.

gak bisa pakai uang cash ya..
Ngomong-ngomong soal rasa makanan dan harga nih ya.. Untuk makanan kisaran harganya di Rp 30,000an ++, minuman di Rp 25,000-an++. Memang di tempat wisata tuh ya, harga-harga suka ehemmm agak lebih mahal. Tapi guyssss, wontonnya itu udang bangettttt!! Cuman untuk kuah dan rasa secara keseluruhan sih kurang bikin oe ngerasa ditonjok kenikmatan yang mendalam. 

Wonton sendiri adalah makanan khas dari Kanton, sedangkan misoa adalah mie yang berbahan dasar tepung terigu dan teksturnya sangat lembut, tidak kenyal sama sekali. Misoa ini berasal dari Fujian. Dan untuk ricebowlnya pakai nasi goreng gitu, rasa nasi gorengnya saya sih kurang cocok, kaya nasi yang sudah lama dalam rice cooker. Tapi ayamnya juara sih, juicy, tender dan dibumbui dengan baik. Untuk kemasan, disini semuanya pakai mangkok plastik khasnya, jadi bukan pakai piring/mangkok keramik gitu ya..

mie "misoa" Wonton khas Kanton
chicken orange sauce ricebowl


Nah, gimana manteman?? Penasaran untuk berkunjung kesini? Tinggal cek map saja ya.
Btw, selain dapat tiket masuk kalian akan dapat pin menarik juga loh!

CHINATOWN Bandung
Jl Kelenteng No. 41, Ciroyom, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat.
jam operasi: 12:00 - 22:00
Harga Tiket:
Weekday: Rp 10,000
Weekend/ hari libur: Rp 20,000